Feeds:
Pos
Komentar

Archive for April, 2014

Bismillahirahmanirahiim. Assalamu’alaikum warrahmatullah wabarakatuh

Oke lama tidak berjumpa kali ini ane akan menceritakan pendakian ane bersama TANWANA (Pencinta Alam) SMA Sinar Cendekia, pendakian ini untuk pengambilan nomor anggota Tanwana angkatan 1, pendakian ini diikuti oleh 16 anggota angkatan satu, 5 angkatan perintis dan 4 pembina. Langsung saja cekidott

Jumat, 11 April 2014

Hari yang ditunggu anggota Tanwana telah tiba, hari dimana pengambilan nomor yang telah direncanakan akhirnya datang, tepat pukul 07:00 ane sampai di sekolah, dan melihat teman-teman sudah mempersiapkan kulkas (baca : carrier) nya masing-masing, wajah mereka nampak bersinar saat itu, seakan tidak sabar untuk mencicipi manis asam asin nya trek Gunung Gede Pangrango, akhirnya kami semua naik ke lantai atas dan meletakan carrier kami ke ruang OSIS.

Karena minggu depan adalah UN, SC mempercepat pulang siswanya menjadi pukul 14:00, ini merupakan angin segar bagi kami karena kami bisa melakukan repacking dan mempersiapkan logistik lebih cepat dan matang, akhirnya kami pun langsung membawa carrier kami ke ruangan 10 Science untuk repacking. Meskipun waktu untuk mempersiapkan logistik lama, tapi tetap saja ada logistik ane yang kelupaan, yaitu nugget, ane langsung melenggang ke indomaret untuk membeli, namun ternyata tidak ada, akhirnya ane pun tidak membawa nugget yang seharusnya menjadi logistik kelompok. Maaf ya 😦

Pukul 19:00 kami sholat isya dan makan malam, setelah itu kami langsung bersiap untuk berangkat, sebelumnya ada sambutan dari Wakasek Ustadz Ade Nurhayat, Lc dan dari Bang Mustofa selaku pembina utama, setelah itu kami pun langsung memasukan carrier ke dalam tronton dan langsung berangkat menuju Cibodas~

GambarSiap Berangkat

Pukul 23:45 akhirnya kami sampai di jalur pendakian Gunung Gede Pangrango via Cibodas, kami pun langsung menurunkan carrier dan menuju warung terdekat, setelah menunggu beberapa lama, kami mendapat kabar bahwa jalur Cibodas penuh dan kami harus berpindah ke jalur Gunung Putri, ane pun terkejut, dan teringat 2 tahun lalu pernah merasakan ‘keras’nya jalur ini yang minim bonus, yang ane pikirkan adalah banyaknya wanita dalam pendakian ini, sebagai ‘calon’ suami yang baik #asekasekjoss ane pun sedikit khawatir dengan mereka, apalagi pendakian akan dilakukan pada malam hari. Akhirnya kami kembali memasukan carrier ke dalam tronton dan menuju ke Gunung Putri.

Sabtu 12 April 2014

Pukul 01:00 akhirnya kami sampai di jalur pendakian Gunung Putri, sewaktu turun tronton ane langsung ‘bernostalgia’ dengan suasana seperti ini, persis seperti 2 tahun lalu banyak masih banyak pedagang yang menjajakan kupluk dan sarung tangan bagi calon-calon pendaki, setelah semua berkumpul kami langsung menuju sebuah warung, disana banyak dari kami yang melakukan buang air kecil ataupun ‘fajar attack’, setelah cukup lama disana, Bang Mus pun datang dan menyuruh kami untuk menuju pos pendakian, disana sudah ada Bang Dadan yang menunggu, setelah semua berkumpul kami pun diberi pengarahan dan akhirnya melakukan pendakian tepat pukul 01:15

Ane bersama kelompok 2 dengan Bang Vendra sebagai pendamping, Fahmi, Farah dan Fiya berada di urutan kedua, karena Fiya sedang kurang sehat kami pun berjalan cukup santai, dengan sedikit iringan canda tawa cukup membuat suasana hangat meskipun udara malam itu cukup dingin. Pukul 03:10 kami pun sampai di Pos 1, kami beristirahat sejenak sambil meminum madu dan coki coki dan telah kami bawa, disana juga nampak beberapa tenda para pendaki. Setelah cukup lama beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan, pukul 03:40 kami sampai di Pos 2 dan kembali beristirahat. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan dan tiba di Pos 3 pada pukul 04:10.

Melihat kami yang kelelahan dan mengantuk, akhirnya diputuskan untuk istirahat panjang. dan kembali melanjutkan perjalanan esok pagi, kami pun tertidur pulas walau udara cukup dingin. Beberapa dari kami ada yang membuat teh tarik untuk menghangatkan badan, setelah semua terbangun kami pun shalat shubuh dan bersiap untuk kembali melakukan pendakian.

GambarPagi-pagi difoto biar hitz

Gambar

Para kaum hawa yang turut dalam pendakian

Oke setelah melanjutkan pendakian, kami tiba di pos 4 pada pukul 06:15, trek yang tanpa bonus membuat banyak dari kami kelelahan dan alhasil kami pun cukup sering beristirahat, tentu ini membuat waktu pendakian menjadi lebih lama, ane bersama kelompok 2 di barisan paling belakang, karena ada salah satu anggota kami yang kurang sehat, kami pun selalu menunggu nya bila ia beristirahat, ane teringat pepatah “Sahabat sejati ialah yang menemanimu dalam perjalanan, bukan yang menunggumu di puncak” #asek tapi setelah ane berkata seperti itu, ane justru disuruh seri sama Bang Mus, hahaha 😀

GambarEhem 😀

Gambar

Kelompok 2 yang paling hitz

Karena tertinggal cukup jauh dari kelompok satu, ane pun mencari ide untuk dapat menyusul mereka, akhirnya ane sepakat dengan Fahmi untuk membawakan dua carrier milik kaum hawa yang ada dalam kelompok kami, agar mereka bisa lebih cepat dan tidak terlalu kelelahan, dan hasilnya cukup signifikan, kami berhasil menyusul kelompok pertama #ahay dan kami sampai di Simpang Maleber pada pukul 11:00, pos terakhir sebelum Alun-Alun Surya Kencana, kami pun beristirahat sejenak, dan kami pun tiba di Alun-Alun Surya Kencana pada pukul 11:45, ini kedua kalinya ane menginjakan kaki disini, ketentraman dan kedamaian kebali ane rasakan, ribuan eddelweis ada di depan mata, tetap cantik walaupun belum mekar, kami pun segera hunting foto.

GambarMaka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

GambarRamai di SurKen

Setelah puas berfoto-foto kami pun beranjak mencari tempat camp di Surya Kencana Barat, ternyata tempat camp ini sama dengan tempat yang ane gunakan untuk ngecamp dua tahun yang lalu, akhirnya kami pun mendirikan tenda dan memasak untuk makan siang. setelah itu kami shalat dzuhur dan ashar dilanjut dengan aktivitas dan evaluasi dari para pembina, pukul 21:00 kami pun tidur dan mempersiapkan untuk summit esok hari.

Minggu, 13 April 2014

Pukul 05:00 kami bangun untuk melakukan shalat shubuh, kami langsung bangun dan menuju ke sumber air untuk mengambil wudhu, uniknya saat selesai berwudhu ane dan Hanif ingin kembali ke tenda, tapi ternyata justru nyasar hingga hampir sampai ujung dari tenda-tenda tersebut, beruntung kami segera sadar dan berputar arah dan menuju tenda kami, setelah itu kami mulai packing dan sarapan untuk persiapan summit. Ketika ingin mengambil air di sumber air, ane menyapa abang abang yang juga sedang mengambil air disana, tiba tiba abang tersebut berkata “kayak pernah ketemu bang, dimana ya?” ane bingung, mukanya kurang familiar sama ane, tapi ane mencoba mengingat dan berkata “abang terakhir naek kemana?” abang itu menjawab “Cikuray bang” ane pun langsung teringat, abang tersebut adalah barengan mobil yang ane carter buat kembali ke Jakarta, setelah itu kami pun mengobrol cukup lama.

Ketika ane kembali ke tenda, semua sudah selesai packing, tinggal nesting yang belum dicuci, akhirnya beberapa dari kami mencuci nesting tersebut, dan akhirnya bersiap untuk summit. Setelah pemanasan dan briefing kami pun menuju Puncak Gunung Gede Pangrango, waktu tempuh ke puncak cukup singkat yaitu kurang lebih 1 jam, kami sampai di puncak pada pukul 10:20, setelah itu kami pun langsung disematkan slayer oleh para pembina dan perintis Tanwana, dilanjutkan dengan pelaksaan seri bagi yang mendapat, kebetulan ane dapet 3,5 seri, lumayan lah buat beli kacang 😀Gambar

Sebelum penyematan

Gambar

Penyematan

Gambar

Tanwana Putra

Gambar

Tanwana Putri

GambarPara pembina

Setelah puas berfoto-foto kami pun langsung perjalanan turun via Cibodas, waktu di trek lagi-lagi ane ketemu sama orang yang berjasa dalam hidup ane #beuh. Ia adalah Bang Ambank, yang pertama kali mengenalkan ane tentang gunung ini, mengajarkan ane makna dari sebuah pendakian sehingga ane sampai sekarang bisa menjadi seorang Pencinta Alam, setelah meminta nomor hp, ane pun kembali melanjutkan perjalanan dan menyusul kelompok ane yang sudah di depan.

Pukul 13:15 kami tiba di tanjakan setan, disini harus bergantian karena jalurnya yang sangat curam, setelah itu kami lanjut ke Kandang Badak, disini kami beristirahat sejenak, dan tak terasa hujan turun dengan derasnya, kami pun membuka jas hujan kami masing-masing. Setelah dari Kandang Badak, kelompok ane berpencar, Fahmi dan Farah duluan, sedangkan ane mengawal Fiya yang kurang sehat dibelakang, setelah itu kami bertemu dengan Allam, Brendan, Indy dan Ka Khansa, kami pun berjalan berbarengan, beberapa saat setelah itu Indy tampak kelelahan, akhirnya ane pun kembali menjadi porter dengan 2 carrier 😀

Ane berjalan dengan Allam dan Brendan, sesekali kami berhenti karena Brendan yang terkena fajar attack, setelah itu kami kembali melanjutkan, kami tiba di Kandang Batu pukul 14:25, dan tiba di pos Air Panas pukul 15:25, disini ane mengalami kejadian yang sedikit menegangkan, karena suhu disitu panas, kacamata ane tertutup uap air, penglihatan ane sangat tidak jelas, ditambah dengan licinnya batu membuat ane terpleset, beruntung ane segera menarik tali disamping, jika tidak mungkin catper ini tidak akan pernah terbit xD

Kami tiba di pos Payacangan pukul 17:30, kami pun shalat dzuhur dan ashar terlebih dahulu, setelah itu kembali melanjutkan perjalanan, saat sekitar pukul 18:00 suasana cukup mencekam, langit cukup gelap dan tiba tiba jalur pendakian menjadi sepi, kami pun memutuskan untuk beristirahat sambil menunggu orang, Brendan tak henti hentinya membaca ayat kursi, akhirnya beberapa menit setelah itu terlihat nyala headlamp, ketika mereka mendekat ane langsung berkata “Bang, kami ketinggalan rombongan nih, boleh barengan ya?” abang tersebut mempersilahkan, ternyata mereka dari SISPALA SMAN 3 Bogor, kami pun mengobrol sepanjang perjalanan, dari mulai membahas dana sispala, wall climbing, organisasi, TNGGP dan lain lain.

Tak terasa pukul 18:25 kami tiba di Pos Cibereum, langsung saja kami berteriak “TANWANA, TANWANA” namun tidak ada yang menyahut, akhirnya kami beristirahat sambil menunggu rombongan sispala SMAN 3 Bogor lengkap. Dan akhirnya setelah perjalanan yang cukup panjang, pukul 19:45 kami tiba di pos pendakian Cibodas, kami pun langsung berteriak “TANWANA” “wee awee” dan langsung saja ada yang membalas “pakuwa kejangjang” hati kami sangat lega ketika melihat mereka sedang beristirahat di kantor TNGGP. Setelah sampai ane dan Allam langsung menaruh carrier dan menuju ke kantin.

Dan akhirnya pukul 22:50 tronton berangkat menuju Jakarta dan pukul 01:15 akhirnya kami sampai di sekolah tercinta SMAI Sinar Cendekia dengan membawa berbagai pengalaman dan cerita unik.

Thanks To :

Allah SWT

Ayah, Ibu

Bang Mus, Bang Benny, Bang Dadan, Bang Bule

Kelompok 2 Fahmi, Farah, Fiya

Dan seluruh anggota Tanwana

Iklan

Read Full Post »