Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2014

musik

Musik? Sangat sudah tidak asing di telinga kita, dimana-mana terdengar lagu-lagu barat maupun dalam negeri yang terdiri dari berbagai macam genre, mulai dari pop, rock, jazz, blues bahkan dangdut. Sangat tak mengherankan bahwa semakin lama semakin banyak muncul para musisi-musisi dengan genre-genre tersebut. Selain itu, musik adalah 1 dari 9 kecerdasan yang harus dimiliki oleh manusia, selain tentunya kecerdasan-kecerdasan lainnya. Jujur, awalnya saya memang kurang dalam kecerdasan di bidang musik ini, namun saya mencoba belajar dan meningkatkan kemampuan saya dalam bidang ini. Namun ternyata musik tersebut memberikan dampak buruk terhadap kepribadian seseorang, lalu adakah hubungan musik dengan Al-Quran? atau justru berbalik 180 derajat?

Beberapa hari lalu saya berdiskusi dengan dua guru saya tentang hal ini, keduanya memberikan pendapat yang sangat berbeda. Menurut saya adalah hal yang wajar karena yang pertama saya berdiskusi dengan guru musik dan yang kedua berdiskusi dengan guru Tahfidz. Namun saya coba menarik kesimpulan dari dua diskusi tersebut.

Yang pertama bersama guru musik, beliau mengatakan bahwa musik dan Al-Quran memiliki beberapa kesamaan, dari mulai panjang-pendek (mirip dengan tajwid dalam Quran), chord (mirip dengan ayat dalam quran), cara menghafal sebuah nada atau irama pun hampir sama dengan mengahafal Al-Quran, bahkan ‘masalah’ utama para penghafal Al-Quran yaitu lupa saat sedang setoran pun bisa terjadi ketika bermain musik. Mungkin itu hanya bagian dari perumpamaan berdasarkan kesamaan yang guru saya amati. Beliau bahkan pernah membuat buletin tentang hubungan antara musik dan AL-Quran, namun sayang buletin tersebut sudah tidak ada, padahal saya sangat tertarik untuk membacanya.

Kedua adalah guru Tahfidz saya, beliau adalah mahasiswa LIPIA, dahulu sebelum kuliah di LIPIA, beliau mengakui bahwa beliau sangat jatuh cinta terhadap musik, sampai-sampai melalaikan segalanya, namun semenjak beliau kuliah, beliau meninggalkan semua hal tersebut dan kembali ke jalan yang benar sebagai penghafal Al-Quran. Menurut beliau, dengan menjauhi musik, ayat-ayat suci Al-Quran akan lebih mudah diserap ke dalam otak. Maka dari itu, beliau selalu mengingatkan anak muridnya termasuk saya untuk tidak terlalu terlena dengan keindahan irama musik, karena segala kemaksiatan dapat muncul dari situ.

Teringat saya cerita di kota Cordoba, Spanyol ketika Islam sedang berkembang hebat disana, seorang pemuda datang membawa berbagai alat musik dan mengajarkannya, sehingga membuat kaum muda disana berbondong-bondong belajar musik dan meninggalkan Al-Quran, dan kelihatannya hal tersebut juga terjadi pada kaum muda muslim sekarang. Degradasi moral dan pengaruh dari luar yang menyebabkan mereka meninggalkan murojaah Al-Quran dan lebih senang dengan murojaah lagu-lagu barat.

Ibn’ Qayyim pun pernah berkata : “Sungguh nyanyian dapat memalingkan hati seseorang dari memahami, merenungkan dan mengamalkan isi Al Qur’an. Ingatlah, Al Qur’an dan nyanyian selamanya tidaklah mungkin bersatu dalam satu hati karena keduanya itu saling bertolak belakang. Al Quran melarang kita untuk mengikuti hawa nafsu, Al Qur’an memerintahkan kita untuk menjaga kehormatan diri dan menjauhi berbagai bentuk syahwat yang menggoda jiwa. Al Qur’an memerintahkan untuk menjauhi sebab-sebab seseorang melenceng dari kebenaran dan melarang mengikuti langkah-langkah setan. Sedangkan nyanyian memerintahkan pada hal-hal yang kontra (berlawanan) dengan hal-hal tadi.”

Oleh karena itu, saya menyimpulkan bahwa semirip-miripnya perumpamaan musik dengan Al-Quran, kedua hal tersebut takkan mungkin dapat disatukan, karena tidak ada relevansi antara keduanya. Musik tetaplah sebagai musik yang notabene adalah sahabat kaum muda sekarang, dan Al-Quran sebagai pedoman hidup manusia yang harus selalu diamalkan isinya. Maka dari itu tidak benar apabila musik dapat berkesinambungan dengan Al Quran

Iklan

Read Full Post »