Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari, 2016

Kepemimpinan-Ary-Ginanjar

Seorang pemimpin adalah orang yang mempengaruhi sekelompok orang tertentu untuk bergerak dalam arah yang diberikan Tuhan.

J. Robert Clinton-

Kepemimpinan merupakan sebuah hal yang sangat sakral dan penting dalam kehidupan ini. Manusia pada dasarnya adalah seorang pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri. Bagi laki-laki, minimal dapat memimpin keluarganya menjadi keluarga yang harmonis. Namun, ketika sudah masuk ke ranah yang lebh luas, tentu akan ada cobaan yang lebih besar, dan kembali itu adalah resiko bagi seorang pemimpin.

Ketika saya membaca biografi para pemimpin, mulai dari Presiden Republik Indonesia sampai Ketua BEM Universitas Indonesia,  selalu saya temukan kesalahan atau kebijakan kontroversi yang mereka buat. Memang bagi seorang pemimpin, mengambil sebuah keputusan adalah langkah yang sangat berat, karena di dalamnya pasti terdapat pro-kontra dari para bawahannya.

Sebut saja Presiden Soeharto, presiden kedua negara ini yang berkuasa selama 32 tahun. Boleh diakui bahwa di zaman Soeharto pembangunan di Indonesia berlangsung sangat cepat, sayangnya di dalamnya sarat unsur Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Akhirnya rakyat yang tak tahan dengan kekuasaan beliau melengserkannya pada tahun 1998.

Atau Presiden SBY yang dengan berani menaikan harga BBM pada tahun 2013, di satu sisi, beliau harus bertindak karena menilai adanya salah sasaran dalam subsidi BBM jenis premium, karena mayoritas digunakan oleh orang yang mampu. Namun, di satu sisi beliau harus menerima celaan, protes serta demo besar-besaran oleh seluruh rakyat Indonesia akibat keputusannya menaikan harga BBM tersebut.

Atau di skala yang lebih kecil lagi, yaitu kontroversi keputusan Ketua BEM Universitas Indonesia, Andi Aulia Rahman yang membatalkan demo besar-besaran menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) karena ajakan Presiden Jokowi untuk makan malam di istana hari sebelumnya.

Menurut beliau, ada berbagai cara untuk menyelesaikan masalah dan menyuarakan aspirasi, dan itu semua tidak harus dilakukan dengan turun ke jalan. Akhirnya beliau pun memilih untuk menghadiri pertemuan dengan Presiden Jokowi.

Bagi masyarakat yang mungkin tidak mengetahui ini, pasti akan menilai bahwa Ketua BEM UI telah disogok oleh presiden untuk membatalkan demo. Namun, saya yakin selalu ada petimbangan yang dilakukan oleh Bang Andi untuk membuat keputusan tersebut. Tidak mungkin tak ada pertimbangan maupun koordinasi dalam sebuah organisasi ketika ketuanya akan mengambil keputusan.

Saya pun pernah dihadapkan dalam pengambilan sebuah keputusan yang menurut saya cukup berat. Ketika saya menjabat sebagai Ketua OSIS SMA, saya dihadapkan pada keinginan kawan-kawan yang menginginkan untuk libur ketika kelas 12 ujian sekolah. Karena baru tahun itu saja kami diperintahkan masuk walaupun setengah hari.

Di dalam hati, saya ingin menolak hal tersebut. Karena menurut saya 1 minggu adalah waktu yang cukup lama dan sangat disayangkan apabila tidak diisi oleh belajar. Namun kawan-kawan saya menuntut hal tersebut. Dan akhirnya karena salah satu Visi-Misi OSIS saya adalah menyampaikan keluhan siswa, maka saya pun memperjuangkan hal itu. Dan dapat ditebak, demo tersebut mendapat respon yang sangat negatif oleh guru. Hingga akhirnya, keputusan saya sebagai Ketua OSIS yang ikut mendukung hal tersebut pun dipertanyakan.

Beberapa bulan kemudian saya baru menyadari bahwa keputusan yang saya ambil memanglah sebuah blunder, seorang pemimpin boleh menyuarakan aspirasi rakyatnya, asalkan ia memperhitungkan resiko yang didapat ketika menyuarakan aspirasi tersebut. Jangan sampai merugikan orang lain, apalagi diri sendiri. Pemimpin adalah sebuah posisi strategis, tugasnya adalah “menjalankan” bukan “dijalankan”.

Seperti itulah kira-kira gambaran konsekuensi dan resiko bagi seorang pemimpin. Kembali lagi yang ingin saya ingatkan adalah setiap keputusan yang diambil oleh pemimpin pasti sudah melalui pertimbangan dan koordinasi. Maka, janganlah langsung menilai benar salahnya keputusan tersebut. Karakteristik orang berbeda beda, begitu pula dengan gaya kepemimpinannya. Namun, tentulah yang dituju hanyalah satu, yaitu keberhasilan apa yang ia pimpin.

“Pemimpin tak harus sempurna, yang perlu dilakukan adalah menaati kata hati, tak perlu memikirkan orang lain akan berpikir apa kepada kita”

-Ms. Susi Dariah-

Iklan

Read Full Post »